Thursday, October 14, 2004

Mana software buatan ITB?

Minggu lalu saya diminta untuk menjadi salah satu juri dari APICTA 2004, yaitu lomba software buatan Indonesia, yang diselenggarakan oleh ASPILUKI (Asosiasi Piranti Lunak Indonesia). Dalam APICTA tersebut ada beberapa kategori, termasuk kategori student project dan research. Yang membuat saya agak sedih adalah tidak adanya peserta dari ITB.

Ketika saya tanyakan kepada bekas mahasiswa saya mengapa tidak ada mahasiswa ITB yang ikutan lomba begini dijawab (dengan guyon) bahwa mahasiswa ITB merasa tidak perlu ikutan lomba lagi. Jadi panitia saja. Meski ini hanya becanda, saya melihat adanya kebenaran dari ini, yaitu keangkuhan mahasiswa ITB. Atau ... bukan keangkuhan, akan tetapi ketakutan kalah. Ini yang mungkin lebih masuk akal.

Hayo bangun dari mimpi.

3 Comments:

Blogger estananto said...

Arogansi ITB? Kan bukan hal baru... hehehe

8:13 PM  
Blogger Dian said...

Berdasarkan pengalaman saya mengikuti lomba tersebut, bisa jadi promosi yg kurang shg mahasiswa itb tidak tahu ada ajang spt itu...Tetapi kalo sudah tahu tetapi tetap tidak ikut bisa jadi takut kalah dengan peserta abadi APICTA yaitu anak2 Binus dan Fikom UI...so, apakah harus tunggu jadi alumni dulu spt saya utk ikutan ajang spt ini???

9:42 AM  
Blogger army said...

karena memang rektor kita tidak menciptakan sistem yang membangun mental kerjasama. udahlah, njenengan bisa dateng ke kampus itb aja, saksikan sendiri mahasiswa itb sekarang.. rektor pun diam saja. hmm.. susah kali jadi mhasiswa jaman sekarang...

12:33 AM  

Post a Comment

<< Home