Friday, February 11, 2005

Tidak adanya budaya dokumentasi

Salah satu hal yang saya sesalkan atau keluhkan kepada para senior di ITB adalah tidak adanya budaya mendokumentasi. Ilmu, pengetahuan, dan kearifan (wisdom) hanya melekat pada individu-individu. Tacit. Bagaimana jika individu ini sudah tidak lagi berada di kampus?

Ketika seseorang mengemukakan sebuah ide (topik bahasan), seringkali ide tersebut sudah pernah dibahas habis-habisan. Mungkin 10 tahun yang lalu, 20 tahun yang lalu, dan bahkan lebih dari itu. Jika saja ada dokumentasi yang baik, maka mungkin proses yang sia-sia ini bisa dihindari atau diperkecil terjadinya.

Jika sudah pernah didokumentasikan pun - dalam artian ditulis - seringkali dokumen tersebut sudah tidak dapat diakses lagi. Entah hilang, atau pada seseorang pada sebuah tempat. Apa manfaatnya? Sebuah dokumen yang tidak dapat diakses sama artinya dengan tidak ada dokumen tersebut.

Budaya mendokumentasikan adalah budaya seorang scholar. Mau tidak mau, harus dilakukan. Nah, kapan kita mau memulai?

Kabinet ITB yang baru

Hari ini dilantik para pejabat ITB yang baru dengan susuan sebagai berikut:

1. Prof Dr. Adang Surahman : wk Rektor Senior bid Akademik
2. Dr Carmadi Machbub : wk. Rektor Senior bid Sumber Daya
3. Prof. Dr. Emmy Suparka : wk Rektor bid Penelitian & Kemitraan, merangkap Ketua LPPM
4. Dr Widyo Nugroho : wk. Rektor bid kemahasiswaan merangkap Ketua LPKM
5. Ir Leksonanto, M. Eng : wk Rektro bid Organisasi & Perencanaan
6. Dr. Boy Kombaitan : wk. Rektor bid Komunikasi & Kesekretariatan
7. Dr Deny Juanda : Ketua Satuan Penjaminan Mutu
8. Dr Asep Gana Suganda : Ketua Satuan Pengawas Internal

Selamat bekerja kepada bapak-bapak dan ibu pejabat yang baru.

Tuesday, February 01, 2005


Tempat sampah yang usianya masih baru, ternyata sudah berantakan. Dalam gambar ini terlihat tutupnya sudah terjatuh. Posted by Hello